Jejaring sosial macam facebook memang sudah merubah gaya hidup masyarakat, bahkan sudah menyusup hingga urusan resepsi. Kalau dulu orang masih tersibuki dengan design undangan pernikahan yang “wah” tampilannya, kini trend undangan resepsi sudah masuk ke format digital! Sudah jelas dari sisi biaya, format ini jauh lebih murah bahkan nyaris tanpa biaya.
Keadaan ini jelas memukul para pebisnis offline yang masih mengandalkan media cetak kertas dan sejenisnya. Jangan kaget, jika efek dari perkembangan ini bisa menyebabkan penurunan omzet hingga 50%! Memang generasi Facebook yang mandiri akan cenderung memilih undangan pernikahan digital ketimbang berbentuk fisik. Kalaupun ada hambatan tentu saja datang dari pihak orang tua yang masih kolot tentang perubahan zaman.
Namun jika disikapi dengan optimis, tren baru ini bisa dimanfaatkan oleh para pebisnis. Mereka tetap bisa mengambil porsi usaha ini di internet, seperti ikutan mengekspansi jenis usahanya ke model digital. Beberapa sudah memulai, dengan menawarkan format undangan digital baik itu lewat sekedar desain image yang disebar di situs jejaring sosial, hingga pembuatan web khusus untuk undangan dan semacam biografi kedua mempelai.
Munculnya para pebisnis online yang menjual baik undangan maupun souvenir pernikahan rasanya sudah menjadi keharusan. Memusuhi internet sebagai media pemasaran rasanya sama saja sedang menghalangi sebuah buldozer yang siap melindas seluruh materi yang menghalanginya. Era digital sudah di hadapan kita. Yang ikut serta, akan terselamatkan. Tidak menutup kemungkinan, nantinya souvenir pernikahan pun akan dibuat dalam bentuk digital. Kreasi manusia adalah tanpa batas. Begitupun internet.


Recent Comments